Pendahuluan
Melihat dua orang, laki laki dan perempuan menjalin suatu hubungan sebagai sepasang kekasih merupakan sesuatu yang umum kita ketahui dan banyak sekali kita temui dalam kehidupan kita sehari hari. Di dalam alkitab, Tuhan memang menciptakan manusia sepasang karena Dia melihat tidak baik manusia itu hidup sendiri. Ayat yang menyatakan hal ini dapat kita lihat dalam Kejadian 2:18
"TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, Kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia" (Kej 2:18)
Dari bacaan tersebut kita dapat mengetahui bahwa Allah memandang baik bila kita memiliki seorang pasangan yang kemudian dipersatukan dalam sebuah pernikahan yang kudus, pertanyaan yang kemudian timbul adalah kapan hal tersebut dimulai dan dengan pasangan yang seperti apa. Dewasa ini, hubungan sepasang kekasih tersebut umumnya dimulai dengan suatu hubungan disebut sebagai hubungan pacaran. Pacaran dipandang sebagai suatu tahap yang perlu dijalan sebelum kemudian masuk ke dalam suatu pernikahan. Namun, pacaran bukanlah sesuatu yang alkitabiah, karena tidak ditemui di dalam alkitab tentang hubungan yang disebut pacaran, yang ada hanyalah pertunangan dan perkawinan.
Hubungan yang disebut pacaran ini umum ditemui dikalangan anak muda, khususnya mereka yang mulai memasuki usia remaja. Pengaruh lingkungan yang menyajikan banyaknya anak anak remaja yang sudah memiliki pasangan serta yang menggambarkan bahwa hubungan ini merupakan sesuatu yang mengasyikan dan nikmat membuat hubungan pacaran menjadi sesuatu yang dikejar dan diingini. Sebentar kita akan membahas tentang hal hal seputar hubungan sepasang kekasih.
Anggapan Salah Tentang Pacaran
Anggapan orang bahwa hubungan pacaran itu suatu kebutuhan lah yang membuat banyak orang, baik laki laki atau perempuan, kemudian berlomba lomba untuk mencari pasangan. Namun, adalah suatu pendapat yang salah kalau berpikir bahwa pacaran itu perlu dilaksanakan mulai dari usia muda, apalagi ada yang berpendapat bahwa pacaran itu proses pengenalan yang makan waktu sehingga harus dijalani sedini mungkin sehingga dapat berganti pasangan bila ditemui ketidak-cocokan antara keduanya sehingga pada saatnya nanti, sudah ditemukan seseorang yang siap untuk menjadi pendamping seumur hidup.
Beberapa hal yang umumnya ada di benak anak remaja, yang kemudian menjadi alasan mereka berpacaran adalah sebagai berikut:
1. Kesepian
ini adalah alasan yang paling klasik dan sering ditemui di kalangan remaja, perasaan ingin bisa memiliki seseorang yang dekat dan bisa menemani serta memberi support dalam segala hal lah yang menyebabkan seorang remaja mencari pacar.
2. Gengsi
Alasan kedua ini memang terdengar lucu. Tetapi, tanpa kita sadari terkadang ada dalam pikiran kita, kenyataan bahwa teman teman lain sudah memiliki pacar dan kelihatan menikmati hidup dan membuat para jomblo menjadi iri dan ingin juga memiliki seorang pasangan.
3. Tidak mau kehilangan
Alasan yang satu ini lebih terdengar tidak realistis, ada anak remaja yang menyukai lawan jenisnya lantas memutuskan untuk berpacaran karena dia takut kalau si lawan jenis ini diambil orang lain dan mengakibatkan tidak adanya lagi kesempatan bagi dia untuk memilikinya.
4. Terlanjur jatuh cinta
Ada beberapa remaja yang mengatakan atau menggunakan kata "cinta" terlalu awal dalam perkembangan kedewasaannya, dan sering kali rasa kagum atau suka yang dirasakan kemudian diartikan sebagai cinta dan tidak jarang yang saat melihat lawan jenis yang begitu menarik dan mengatakan bahwa orang tersebut adalah cinta sejatinya.
5. Untuk masa depan (depan mana?)
Alasan yang terakhir ini memang sudah betul, namun kadang dimiliki oleh orang orang pada usia yang belum tepat, dalam hal ini usia remaja. Banyak anak remaja yang memakai alasan ini untuk memulai suatu hubungan pacaran dan berharap bahwa mereka akan menikah suatu saat nanti.
Di luar kelima alasan yang telah dijabarkan, masih banyak alasan lain yang kurang realistis atau bahkan tidak masuk akal sehingga seseorang memulai suatu hubungan pacaran disaat yang kurang tepat atau terlalu dini. Alasan alasan diatas bisa diberikan solusi dan solusinya bukan berpacaran melainkan pertemanan. Milikilah teman yang banyak, baik sesama maupun lawan jenis.
Milikilah banyak teman agar tidak kesepian, mereka bisa memberikan sesuatu yang kalian harapkan, seperti support, teman untuk jalan jalan, dll. Teman yang banyak juga dapat membuat kamu tidak perlu takut kehilangan, kasihilah mereka semua dengan kasih yang murni sebagai teman, bukan mengharapkan sesuatu yang lebih.
Relationship is a BIG responsbility!
Kita semua harus mengerti bahwa pacaran itu bukan tentang memiliki seorang cewe cantik yang setia menemani bila sedang jalan jalan ke mall atau ke bioskop, bukan juga tentang pelukan, ciuman, atau bahkan lebih parahnya hubungan seks (bagi cowo cowo). Bagi para perempuan, pacaran itu bukan tentang memiliki seorang cowo yang keren, kaya, atau sekedar seseorang yang dapat menemanimu dalam suka maupun duka karena penghiburan itu datang dari Tuhan, kalaupun mau dari seseorang, carilah teman teman perempuan untuk saling berbagi.
Suatu hubungan sepasang kekasih adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Sebelum kalian memulai suatu hubungan, coba tanyakan beberapa pertanyaan ini terlebih dahulu.
"Apakah kamu sudah berencana untuk menikah?"
"Apakah pernikahan kamu akan dilaksanakan dalam waktu dekat?"
"Kalau berpacaran sekarang, bisakah kamu menjaga pacarmu tetap kudus sampai hari pernikahanmu?"
Itu adalah tiga dari banyak pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sebelum memutuskan untuk berpacaran. Contoh, misalnya kalian masih SMP atau SMA 2, lalu kalian mau pacaran sekarang, padahal masih ada masa kuliah yang harus dilewati, dan misalnya setelah itu pun kalian masih mau bekerja dan mengumpulkan uang, berarti masih ada jangka waktu sekitar 10-12 tahun, sanggup kah kalian berpacaran selama itu? Dan sanggup kah kalian menjaga pasanganmu kudus dalam selama 10-12 tahun itu?
Kita harus mengerti betul bahwa pacaran itu tujuannya untuk menikah, jadi bila belum ada rencana untuk menikah dalam waktu dekat, lebih baik jangan pacaran dulu. Masih banyak hal yang harus kalian fokuskan seperti membanggakan orang tua dengan lulus dari universitas dengan nilai yang bagus bagus, menjadi anak yang baik, dan lainnya.
Hubungan yang disebut pacaran ini umum ditemui dikalangan anak muda, khususnya mereka yang mulai memasuki usia remaja. Pengaruh lingkungan yang menyajikan banyaknya anak anak remaja yang sudah memiliki pasangan serta yang menggambarkan bahwa hubungan ini merupakan sesuatu yang mengasyikan dan nikmat membuat hubungan pacaran menjadi sesuatu yang dikejar dan diingini. Sebentar kita akan membahas tentang hal hal seputar hubungan sepasang kekasih.
Anggapan Salah Tentang Pacaran
Anggapan orang bahwa hubungan pacaran itu suatu kebutuhan lah yang membuat banyak orang, baik laki laki atau perempuan, kemudian berlomba lomba untuk mencari pasangan. Namun, adalah suatu pendapat yang salah kalau berpikir bahwa pacaran itu perlu dilaksanakan mulai dari usia muda, apalagi ada yang berpendapat bahwa pacaran itu proses pengenalan yang makan waktu sehingga harus dijalani sedini mungkin sehingga dapat berganti pasangan bila ditemui ketidak-cocokan antara keduanya sehingga pada saatnya nanti, sudah ditemukan seseorang yang siap untuk menjadi pendamping seumur hidup.
Beberapa hal yang umumnya ada di benak anak remaja, yang kemudian menjadi alasan mereka berpacaran adalah sebagai berikut:
1. Kesepian
ini adalah alasan yang paling klasik dan sering ditemui di kalangan remaja, perasaan ingin bisa memiliki seseorang yang dekat dan bisa menemani serta memberi support dalam segala hal lah yang menyebabkan seorang remaja mencari pacar.
2. Gengsi
Alasan kedua ini memang terdengar lucu. Tetapi, tanpa kita sadari terkadang ada dalam pikiran kita, kenyataan bahwa teman teman lain sudah memiliki pacar dan kelihatan menikmati hidup dan membuat para jomblo menjadi iri dan ingin juga memiliki seorang pasangan.
3. Tidak mau kehilangan
Alasan yang satu ini lebih terdengar tidak realistis, ada anak remaja yang menyukai lawan jenisnya lantas memutuskan untuk berpacaran karena dia takut kalau si lawan jenis ini diambil orang lain dan mengakibatkan tidak adanya lagi kesempatan bagi dia untuk memilikinya.
4. Terlanjur jatuh cinta
Ada beberapa remaja yang mengatakan atau menggunakan kata "cinta" terlalu awal dalam perkembangan kedewasaannya, dan sering kali rasa kagum atau suka yang dirasakan kemudian diartikan sebagai cinta dan tidak jarang yang saat melihat lawan jenis yang begitu menarik dan mengatakan bahwa orang tersebut adalah cinta sejatinya.
5. Untuk masa depan (depan mana?)
Alasan yang terakhir ini memang sudah betul, namun kadang dimiliki oleh orang orang pada usia yang belum tepat, dalam hal ini usia remaja. Banyak anak remaja yang memakai alasan ini untuk memulai suatu hubungan pacaran dan berharap bahwa mereka akan menikah suatu saat nanti.
Di luar kelima alasan yang telah dijabarkan, masih banyak alasan lain yang kurang realistis atau bahkan tidak masuk akal sehingga seseorang memulai suatu hubungan pacaran disaat yang kurang tepat atau terlalu dini. Alasan alasan diatas bisa diberikan solusi dan solusinya bukan berpacaran melainkan pertemanan. Milikilah teman yang banyak, baik sesama maupun lawan jenis.
Milikilah banyak teman agar tidak kesepian, mereka bisa memberikan sesuatu yang kalian harapkan, seperti support, teman untuk jalan jalan, dll. Teman yang banyak juga dapat membuat kamu tidak perlu takut kehilangan, kasihilah mereka semua dengan kasih yang murni sebagai teman, bukan mengharapkan sesuatu yang lebih.
Relationship is a BIG responsbility!
Kita semua harus mengerti bahwa pacaran itu bukan tentang memiliki seorang cewe cantik yang setia menemani bila sedang jalan jalan ke mall atau ke bioskop, bukan juga tentang pelukan, ciuman, atau bahkan lebih parahnya hubungan seks (bagi cowo cowo). Bagi para perempuan, pacaran itu bukan tentang memiliki seorang cowo yang keren, kaya, atau sekedar seseorang yang dapat menemanimu dalam suka maupun duka karena penghiburan itu datang dari Tuhan, kalaupun mau dari seseorang, carilah teman teman perempuan untuk saling berbagi.
Suatu hubungan sepasang kekasih adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar. Sebelum kalian memulai suatu hubungan, coba tanyakan beberapa pertanyaan ini terlebih dahulu.
"Apakah kamu sudah berencana untuk menikah?"
"Apakah pernikahan kamu akan dilaksanakan dalam waktu dekat?"
"Kalau berpacaran sekarang, bisakah kamu menjaga pacarmu tetap kudus sampai hari pernikahanmu?"
Itu adalah tiga dari banyak pertanyaan yang harus kita tanyakan pada diri kita sebelum memutuskan untuk berpacaran. Contoh, misalnya kalian masih SMP atau SMA 2, lalu kalian mau pacaran sekarang, padahal masih ada masa kuliah yang harus dilewati, dan misalnya setelah itu pun kalian masih mau bekerja dan mengumpulkan uang, berarti masih ada jangka waktu sekitar 10-12 tahun, sanggup kah kalian berpacaran selama itu? Dan sanggup kah kalian menjaga pasanganmu kudus dalam selama 10-12 tahun itu?
Kita harus mengerti betul bahwa pacaran itu tujuannya untuk menikah, jadi bila belum ada rencana untuk menikah dalam waktu dekat, lebih baik jangan pacaran dulu. Masih banyak hal yang harus kalian fokuskan seperti membanggakan orang tua dengan lulus dari universitas dengan nilai yang bagus bagus, menjadi anak yang baik, dan lainnya.
"Marriage is NOT about SEX!"
Suatu hubungan adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar karena memang bukan tentang pelukan, ciuman, dan lain sebagainya itu, bahkan pernikahan yang menjadi tujuan dua orang berpacaran pun bukan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan sentuhan fisik dan seks. Dalam suatu hubungan diperlukan kedewasaan. Kedewasaan seseorang itupun dapat sekilas dilihat dari apakah seseorang memiliki yang namanya pengertian, tanggung jawab, dan pengendalian diri.
"Relationship is for GROWN UPS!"
Untuk melihat ada dimana diri kita, mari kita perhatikan tiga kriteria kedewasaan tersebut. Beberapa kriteria kedewasaan itu dapat dijabarkan secara singkat sebagai berikut.
1. Pengertian
Seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengerti kondisi dan mampu meredam emosi pribadinya serta melihat jauh ke dalam suatu permasalahan, tidak hanya melihat dari sudut pandang dirinya (subyektif), namun harus bisa melihat secara obyektif (dari sudut pandang orang lain). Seseorang yang pengertian, tau apa yang harus dia lakukan, bagaimana dia seharusnya berpikir, memecahkan masalah, dan memberikan solusi terbaik. Pengertian juga berbicara tentang mematikan ego demi kebaikan orang lain.
2. Tanggung Jawab
Seseorang yang dewasa mampu bertanggung jawab akan segala hal yang ditimbulkan oleh karena tindakan yang diambilnya, dan tidak serta merta kabur dari suatu permasalahan, namun mampu menenangkan dirinya, mencari tau solusi terbaik, dan mampu komit dalam mengatasi segala masalah yang ada.
3. Penguasaan diri
Seseorang yang dewasa juga harus mampu menguasai dirinya dengan baik, tidak bertindak karena emosi sesaat dan tidak melakukan hal hal yang akan merugikan atau membuatnya menyesal di kemudian hari. Orang tersebut harus mampu menenangkan hati atau menguasai emosinya sebelum membuat suatu keputusan dan bertindak.
Setidak tidaknya, ketiga hal tersebut harus dimiliki oleh seseorang yang hendak memulai suatu hubungan. Hal ini dikarenakan dalam suatu hubungan, ada masalah masalah yang timbul dan untuk mengatasinya diperlukan pengertian untuk melihat kondisi pasangan, kenapa suatu hal dia lakukan, menguasai diri sehingga tidak kehilangan kontrol emosi, serta tanggung jawab untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Orang yang berada dalam suatu hubungan pun harus siap untuk meredam egonya atau keinginan pribadinya, sebagai contoh, siap kehilangan waktu waktu luangnya yang banyak yang biasa dihabiskan untuk diri sendiri lantas membaginya untuk orang lain yang menjadi pasangannya tersebut.
"LOVE is NOT just emotion, it is a COMMITMENT, a LIFETIME warranty!"
Kita sering temui orang orang yang begitu mudah menyatakan bahwa ia mencintai atau menyayangi seseorang. Ada beberapa diantaranya yang tidak mengerti akan apa yang dia katakan. Cinta bukanlah sekedar perasaan, tetapi itu merupakan sebuah komitmen yang bergaransi seumur hidup. Seorang suami dihekendaki Tuhan untuk mengasihi istrinya sebagaimana Kristus mengasihi jemaat.
"Hai suami, Kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Efesus 5:25)
Tuhan Yesus merupakan contoh kasih yang tepat untuk kemudian diterapkan dalam suatu hubungan, bukan berarti kita disalib, tetapi maksudnya adalah kita mengasihi pasangan dengan kasih yang tidak bersyarat.
"UNCONDITIONAL LOVE!"
Banyak orang yang memilih untuk putus dengan pasangannya dengan alasan ketidak cocokan, cinta yang sudah pudar, atau lelah menjalani hubungan yang tidak tau akan menjadi seperti apa. Saat itu terjadi, pertanyaannya adakah dimana cinta yang sudah diumbar berkali kali pada pasangannya itu? Ada pila orang yang tidak mau mengampuni pasangannya dan menghajarnya habis habisan karena suatu kesalahan. Kita harus melihat, Tuhan Yesus mengasihi kita dengan tulus, Dia rela meninggalkan sorga, turun ke dunia, mati dengan cara yang hina untuk orang orang yang belum tentu benar benar berhenti melakukan dosanya. Kita pun harus demikian dalam mengasihi pasangan.
Saat kita berkata "I love you", pastikan betul bahwa itu merupakan komitmen yang bisa dijaga dan terjamin kualitasnya. Kalau sudah, maka yang akan terlihat adalah bagaimana seseorang terus menjaga hubungannya dengan sebaik baiknya, setia pada pasangannya apapun yang terjadi serta bagaimanapun dia, membawa pasangannya mengenal Yesus, tetap kudus, dan semakin dewasa dalam Tuhan. Hal ini yang akan membuat cinta yang diucapkan itu bukan cinta murahan.
"I love you BUKAN I love your body."
"Jika pacarmu membuat engkau makin jauh dari Tuhan, PUTUSIN!" (Ps. Sonny E. Zaluchu)
Ada kalanya seorang cowo mengucapkan "I love you" padahal pada prakteknya, yang dia maksud adalah "I love your body". Pastikan betul kalau yang mendasari hubungan adalah cinta agape yang merupakan cinta yang tulus bukan nafsu. Hal ini yang akan kemudian menentukan apakah hidupmu akan hancur oleh hubungan yang kau bangun atau tidak.
Hubungan yang didasari oleh nafsu dapat terlihat dari bagaimana pasanganmu memperlakukan engkau. Apakah dia membawamu semakin mengenal Kristus dan menjaga kamu tetap kudus, atau malah memanfaatkan hubungan untuk kemudian dapat sepuasnya memeluk kamu, mencium, dan mengajak kamu melakukan hal hal yang berbau seks, mengajakmu ke tempat tempat yang tidak baik. Nafsu hanya akan merugikan kaum wanita dan membuat laki laki atau pria pria untuk terikat kuat dalam dosa seks dan mati rohani.
"Jangan bermain main dengan dosa seks!"
Tuhan memang akan mengampuni, tetapi jangan pernah menganggap remeh dosa seks. Jangan memberikan celah sekecil apapun untuk dosa yang satu ini karena akan berakibat fatal, yaitu kehancuran dalam hubungan dengan pasangan dan dengan Tuhan serta keterikatan yang lebih menjurus kepada kecanduan atau addiction. Sebagai contoh, jangan pernah membiarkan dirimu dan pasanganmu berada di tempat yang sepi atau kosong, karena akan ada kesempatan untuk melakukan hal hal yang tidak baik, tidak peduli seberapa rohaninya kamu. Pokoknya jangan memberi celah sedikitpun.
Cara memilih pasangan
Dalam kitab Kejadian, Tuhan jelas menyebutkan bahwa Dia menciptakan seorang penologi bagi Adam yang sepadan.
"TUHAN Allah berfirman: "Tidak baik, Kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia."
(Kej 2:18)
Hal tersebut jelas memberikan gambaran bahwa yang seharusnya menjadi pasangan kita adalah orang yang memiliki level kedewasaan yang sama, baik itu secara pola pikir bahkan terutama secara rohani. Kalau tadi kita belajar bahwa suatu hubungan adalah untuk mereka yang sudah dewasa, maka pastinya pasangan yang kita pilih, haruslah yang sudah dewasa, yang tingkat kedewasaannya tidak jauh berbeda dari kita. Dan dalam hal rohani yang sama dengan kita kalau di tidak percaya kepada Yesus.
"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah yang terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" (2 Korintus 6:14)
Dalam ayat tersebut, kita dapat melihat bahwa pasangan yang seiman lah yang harus kita pilih untuk menjadi penolong yang sepadan atau seimbang. Pasangan yang baik, akan senantiasa membawa hidup kekasihnya semakin bersinar dan menyenangkan hati Tuhan. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bertanya pada Tuhan sehubungan dengan orang yang akan kita ambil untuk menjadi pasangan kita. Libatkan dia dalam keputusan keputusan yang hendak kita ambil dan dalam segala hal yang akan kita lakukan.
Hal yang tidak kalah penting adalah sebelum kita memutuskan untuk mengungkapkan perasaan kita pada calon pasangan kita, kita harus bertanya pada Tuhan dulu sehubungan dengan orang tersebut, begitu juga berkonsultasi pada orang tua dari pihak kita (Keluaran 20:12), pada sahabat, dan pemimpin rohani (Ibrani 13:17). Hubungan yang sehat adalah hubungan yang tidak disembunyikan baik dihadapan orang tua, teman teman, dan pemimpin rohani.
Hubungan yang sehat
Hubungan dapat dikatakan baik bukan ketika kita melihat bahwa sama sekali tidak ada pertengkaran atau masalah di dalamnya, namun ketika setiap permasalahan dapat betul betul diselesaikan dengan baik dan tuntas. Dalam setiap hubungan pasti ada proses membangun jembatan komunikasi, dan dalam hal ini umumnya banyak pasangan yang tidak kuat dan menyerah.
"Jadilah pendengar yang baik"
Kita harus mampu mendengarkan pasangan, mengerti betul posisinya, dan kemudian melibatkan Tuhan dalam proses pencarian solusi yang terbaik. Jangan pernah menghakimi pasangan kita sebelum dia selesai menjelaskan sesuatu dan jangan mengucapkan kata kata yang menyakiti hatinya. Senantiasa libatkan Tuhan dalam menghadapi masalah masalah yang ada, kalau perlu, perbanyak waktu untuk sharing dari hati ke hati dan setelah itu berdoa bersama.
"Serahkan hubungan kalian kepada Tuhan."
Dalam menjalani suatu hubungan, penting untuk kedua individu di dalamnya untuk senantiasa membangun hubungan yang intim dengan Tuhan, karena hanya dengan demikianlah keduanya dapat saling mengasihi dengan tulus. Libatkan Tuhan dan minta Dia untuk memegang tangan kita dan serahkan segala rencana di masa depan ke dalam tanganNya.
"LOVE is about giving, it is NOT about taking!"
Cinta atau kasih selalu berbicara tentang memberi, memberi, dan memberi. Ketika seseorang betul betul mengasihi pasangannya, maka kasihnya itu akan tercermin dari seberapa banyak pengorbanan yang dia tunjukan bagi pasangannya dengan tulus dan tidak pamrih. Saat seseorang dikuasai nafsu, maka dia akan mulai memikirkan tentang dirinya sendiri dan tentang apa yang bisa dia dapatkan dari pasangannya. Pemberian itu bukan hanya berbentuk hadiah yang dapat dibeli dengan uang, tetapi juga berbicara tentang pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan lain sebagainya. Kesemuanya itu diberikan secara cuma cuma sebagaimana Tuhan Yesus memberikan banyak hal kepada kita dengan tidak pamrih.
"Without a holy dating, there will NOT be a happy marriage"
(Philip Mantofa)
Hubungan pacaran harus berujung pada pernikahan dan bukan hanya pernikahan biasa, tetapi pernikahan yang kudus, yang berkenan di mata Bapa sehingga Dia hadir dan menjadi tamu agung dan memberkati rumah tangga yang akan dimulai serta yang dimana kedua pasangan ini dapat membangun keluarga ilahi yang juga dapat menghasilkan keturunan ilahi. Segala sesuatunya itu hanya bisa dinikmati bila kekudusan itu senantiasa menjadi hal yang utama yang diperhatikan dalam menjalani hubungan pacaran. Jalani hubungan pacaran dengan takut akan Allah.
"Bangun kebiasaan yang mendewasakan rohani pasangan dan hidup bergaul dengan Tuhan."
Dalam suatu hubungan, penting untuk mendukung satu sama lain untuk melakukan hal hal yang mendewasakan keduanya dalam hal rohani, seperti dengan menentukan jam doa pagi dan malam serta menjalankannya dengan setia, hari untuk puasa bersama, dan selalu datang ke pertemuan ibadah di gereja. Hal hal tersebut yang akan membantu keduanya untuk memiliki kekuatan untuk menjaga hubungan mereka kudus dan berkenan di mata Tuhan.
Sekian dan terima kasih.
okay! that's all postingan GU untuk hari ini XD cape juga ngetiknya #phew *keringetan* supaya yang belum berpengalaman bisa belajar dari sini ya!!! Godbless X)
pai pai all!!! wakwakwakwak XD
see you in next posting.. GU masuk dlu ke rumah teletubbies X3 wkwkwkwkk XP dagh!!
"Serahkan semua rencana pada Tuhan."Pada akhirnya, suatu hubungan pacaran akan berakhir pada suatu pernikahan. Dalam pacaran, merupakan sesuatu yang tidak salah untuk merencanakan segala hal tentang pernikahan, libatkan Tuhan, dalam menentukan tanggal dan lain sebagainya bersama pasangan, lalu kemudian bawa dalam doa untuk dikembalikan ke dalam tangan Tuhan. Sebuah hubungan pacaran yang berkenan di mata Tuhan akan mempengaruhi kebahagiaan serta berkat yang akan diperoleh dalam rumah tangga yang di bangun di kemudian hari.
Sekian dan terima kasih.
okay! that's all postingan GU untuk hari ini XD cape juga ngetiknya #phew *keringetan* supaya yang belum berpengalaman bisa belajar dari sini ya!!! Godbless X)
pai pai all!!! wakwakwakwak XD
see you in next posting.. GU masuk dlu ke rumah teletubbies X3 wkwkwkwkk XP dagh!!
No comments:
Post a Comment